My Home Indonesia (MHI) sukses menggelar Retreat Nasional 2025 yang dihadiri pengurus dari Tim Nasional MHI dan Kegerakan yang dilahirkan dari MHI, seperti Golden Harvest Movement (GHM), Get 30.33, Agape Care, Love Dad Mom And Teacher (LDMT). Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan memperkuat kolaborasi, visi misi, serta respons terhadap tantangan zaman berdasarkan nilai-nilai Kristiani.
Kegiatan Retreat dimulai dengan Collaborative Dining Session, dimana bertemunya semua Pengurus Tim Nasional My Home dan Pengurus Gerakan yang dilahirkan, sembari melepas rindu, berinteraksi, membagi ide, para Pengurus menyantap hidangan makan siang.
Raut cerah ceria terbersit dari wajah peserta yang terlihat antusias mengikuti Retreat My Home Indonesia yang diikuti 50 orang lebih. Kemudian dari Jam 13.00 WIB sampai dengan 14.30 masuk dalam sesi Diskusi internal Pengurus masing-masing kegerakan.
Tepat pada pukul 15.00 WIB, pemandu acara Pdp Hans Mathijs Tjahjadi memulai Retreat dengan mengajak hadirin menyayikan Ada Gerakan Roh Allah Disini, berturut-turut kemudian doa pembuka oleh Olive Siahaan, dilanjutkan nyanyian penyembahan Kupercaya Janjimu, seterusnya lagu Lebih Dalam Kumenyembah.
Pendeta Isaac Latief, M.Th sebagai Koordinator Nasional My Home Indonesia Bidang Devoplement dan Team Building sekaligus Ketua Panitia Retreat My Home Indonesia 2025 membuka retreat dengan memberikan insight kepada peserta berjudul Standing in The Get 30.33. Dalam paparan presentasinya, Pdt. Isaac Latief mengutip beberapa ayat, salah satunya Yehezkiel 22:30.
Dijelaskan beliau ayat tersebut berisi pernyataan Tuhan yang mencari seseorang untuk “mendirikan tembok” atau “mempertahankan negeri” di hadapan-Nya. Ayat ini menggambarkan situasi di mana dosa dan kejahatan merajalela, dan Tuhan mencari orang yang akan berdiri tegak, kuat untuk melakukan pertolongan, pertobatan dan pemulihan.
“Ini merupakan peluang bagi Kita semua untuk bisa ambil bagian, sebelum Tuhan memberikan murka untuk memusnahkan sesuatu, memusnahkan suatu Kota, suatu bangsa, dia memberi Kita kesempatan, untuk Kita semua untuk bisa merebut Kota, Bangsa, jiwa-jiwa agar tidak binasa” jelas Isaac Latief mengajak para pengurus memanfaatkan momentum.
Para Pengurus diajak untuk bertanggung jawab, meresponi setiap panggilan Tuhan, bergerak didalam kehendak Allah, melakukan agenda Tuhan dan meningkatkan kapasitas serta beroritentasi melakukan pekerjaan tugas tanggung jawab sebaik-baiknya (With excellence) merujuk dan berpadanan pada Firman Tuhan dan kuat dalam doa. Serta melakukan kolaborasi secara holistic dalam misi menjadi satu hati, satu visi dalam Kristus Yesus. Artinya Kristus diatas segala sesuatunya atau menjadi yang utama.
“Gerakan Kita yang dillakukan oleh My Home (GHM, Get3033, Agape Care, LDMT) sangat luar biasa kenapa ? karena sudah lintas denominasi, lintas sinode, lintas bangsa-bangsa, lintas bahasa-bahasa. Itu sebabnya Kita tidak boleh main-main dengan tugas besar dari Tuhan. Tanggung jawab Kita untuk Kita menjaga kualitas hidup Kita dan menjaga pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan sudah percayakan ini untuk Kita semua mempersembahkan pelayanan ini untuk Kemulian Tuhan” ujar Pdt. Isaac Latief mengingatkan kepada para Pengurus bahwa Coverage Kegerakan My Home Indonesia sudah tidak hanya skup Nasional, namun sudah menjadi Kegerakan Global Lintas Bangsa (Internasional).
Acara kemudian di break untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk istirahat sore dan dilanjutkan dengan makan malam bersama di jam 18.00 WIB. Dalam sesi makan malam suasana semakin cair dengan berbaurnya para pengurus baik Tim Nasional My Home maupun Tim Pengurus Lintas Kegerakan yang dilahirkan (Agape Care, LDMT, Get30.33, GHM).
Sekitar jam 19.00 WIB acara dilanjutkan kembali, diawali nyanyian penyembahan oleh dan doa dan kemudian Pendeta Daniel Pandji yang merupakan Koordinator Umum Nasional My Home Indonesia (MHI) memberikan arahan melalui presentasi yang berjudul “The Injury Time”, Pemahaman Pentingnya Bertindak Sekarang !.
Pdt. Daniel Pandji menekankan pentingnya mengenali menit akhir, dimana kepekaan ini harus dimiliki oleh Pengurus Nasional My Home Indonesia maupun Pengurus Kegerakan Yang Dilahirkan My Home diantaranya Golden Harvest Movement (GHM), Get30.33, LDMT, Agape Care. Kepekaan ini mengacu pada Matius 24:32-33 tentang tanda-tanda zaman harus dikenali dan Matius 24:42-44 tentang berjaga-jaga karena kedatangannya tidak bisa diduga.
Diingatkan Pdt. Daniel Pandji bahwa Kelahiran My Home Indonesia tidaklah mudah karena melewati 4 dekade fase kekelaman Gereja (peristiwa berdarah di berbagai daerah, peristiwa 98, pembakaaran gereja, bom gereja, pembunuhan hamba Tuhan serta orang percaya, persekusi) dan tentunya merupakan jawaban doa semua stake holder.
“ Kita ingat bahwa My Home Indonesia (MHI) Lahir Dari Kegerakan Doa Dunia (World Prayer Assembly / WPA) 14-18 Mei 2012 ” Ujar Pdt Daniel Pandji mengingatkan sequence kelahiran My Home Indonesia merupakan jawaban doa sambil menunjukan slide foto beserta captionnya tentang event Doa WPA 2012 yang diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dihadiri 110.000 Orang, 9600 Delegasi Internasional. diselenggarakan serentak Di 378 Kota, Melibatkan 4 Juta Orang, dalam Suatu Event Rohani Doa Terbesar Se-Asia Tenggara dan salah satu terbesar di Asia.
Dijelaskan Pdt Daniel Pandji dalam perkembangan My Home banyak dinamika dan pergumulan yang muncul, namun karena perkenanan Tuhan, tuntunan Roh Kudus dan kerjasama Tim, My Home hari ini sudah melahirkan banyak kegerakan seperti Love Dad Mom And Teacher, Golden Harvest Movement (GHM), Agape Care dan Get 30.33, serta akan segera hadir kegerakan Perhimpunan Pelayanan Penjara Indonesia (PPPI) dan Flash Digital (Memobilisasi dan Mengadopsi Talenta Muda di Bidang Information Technology, Computer Science, and the Creative Industry untuk mengembangkan Digital Ministry, Christian Digital Marketing, and Cyber Mission).
Hal lain yang mendapat sorotan atau highlight dari Pdt. Daniel Pandji, pentingnya para Pengurus Tim untuk transformasi diri, belajar dari masa lalu, adaptif di masa kini, dan merancang masa depan dengan baik atau menghindari mental block dengan mensetting mind set seturut dengan Firman Tuhan, sehingga memiliki Kreativitas tinggi, mampu memaksimalkan dari resource yang ada (out of the box).
Pdt Daniel Pandji memastikan Retreat MHI 2025 merupakan sarana Konsolidasi Strategi Tim dengan mengupayakan kolaborasi dan sinergi antar Kegerakan yang dilahirkan MHI (Agape Care di Kedepan Hari Mensupport Pengiriman Tenaga Misi Get 30.33 misalnya). Memperkuat upaya bersama dan mampu bekerjasama Tim sehingga tercipta efektivitas. Penguatan Kegerakan dan melahirkan Gerakan sesuai dangan Visi Kerajaan Allah. Serta Meningkatkan Frekuensi pertemuan konsolidasi berdasarkan Doa dan Firman Tuhan.
Sementara Gol Retreat MHI 2025 juga diterangkan Pdt. Daniel Pandji, terdiri dari 3 (Tiga) diantaranya : Pertama, Maturity / Kematangan / Jangan Kekanak-Kanakan artinya setiap pengurus menunjukan teladan sikap, menurunkan keegoan / keakuan. Kedua, memliki Perspektif Global / Great Shifting dimana tercipta perubahan paradigma atau transformasi ilahi sehingga peka pada perubahan sekitarnya serta mengambil tindakan kasih. Ketiga, memiliki mentalitas juara, “Focus On Your Race” dengan ilustrasi Pelari Estafet Fokus Ke Garis Finish, bukan melihat tandingannya.
Dalam kesempatan ini Pdt Daniel Pandji juga menerangkan tentang update situasi dan kondisi dalam negeri dan global yang berpadanan dengan nubuatan Alkitab tentang Akhir Jaman, seperti Bencana Alam, Peperangan, Wabah Penyakit, AI, Humanoid, LGBT, Angka Pengangguran, Angka Kemiskinan dll. Maksud untuk menyampaikan hal ini agar dibawa dalam pokok doa dan insight bahwa ada tantangan dimana Pengurus memiliki tanggung jawab untuk meresponinya sesuai dengan bidangnya dan tanggung jawab sebagai anak bangsa.
Setelah insight dari Pdt Daniel Pandji, masing-masing Kegerakan yang Dilahirkan dari My Home Indonesia menyampaikan capaian dan kegiatan yang sudah dan akan menjadi agenda untuk dilakukan. Dimulai dari Get 30.33 yang disampaikan oleh Koordinator Umum Nasional Get30.33, Pdt. Dr. Gede Widiada, MBA, MTh. Dan kegiatan Retreat pada hari pertama ditutup oleh presentasi Love Dad Mom And Teacher (LDMT) yang disampaikan oleh Koordinator Nasional Love Dad Mom And Teacher, Pendeta Agnes Budiman.
Pada Rabu Pagi 6 Agustus 2025, Retreat kembali dilanjutkan dengan Insightful dan Enlightening Visi Misi Presentasi yang disampaikan oleh Sekretaris Umum Nasional My Home Indonesia, Pendeta. Pieter Faraknimella, S.Th. Dengan setelan baju Merah, bercelana Hitam, Pdt Pieter Faraknimella memilih topik “Unity in Diversity”. Menurutnya apa yang disampaikan bukanlah hal baru namun praktiknya tidaklah gampang seperti membalikan telapak tangan.
Artinya manusia diciptakan dengan kesetaraan martabat tetapi berbeda dalam karunia, peran, dan latar belakang, itulah keunikan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Dalam konteks My Home Indonesia, Pdt Pieter Faraknimella menekankan Pengurus MHI dan Kegerakan Yang Dilahirkan MHI untuk berkolaborasi dan mau merendahkan diri untuk bekerjasama memberikan yang terbaik bagi Tuhan Yesus (Collaborates across personality gaps) sambl mengutip Ayat Alkitab dari Efesus 4:2-3 tentang kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda.
Pdt Pieter Faraknimella juga mereminder kan kepada setiap yang hadir, bahwa untuk sticky pada tugas utama menyelesaikan Amanat Agung dan tujuan utama jadi seperti Yesus. Sehingga bertanggung jawab menjadi teladan dalam sikap dan ketika menjalankan tugas. Menurutnya para Pengurus Nasional My Home dan Kegerakan Yang Dilakhirkannya (Get30.33, GHM, Agape Care, LDMT) harus menunjukan integritas yang bukan hanya sekadar pilihan strategis, melainkan fondasi eksistensial autentik dan transformatif suatu kegerakan.
“My Home bukan tempat cari duit, cari posisi, cari pengaruh” ungkap Pdt. Pieter Faraknimella lantang mengingatkan untuk setiap yang hadir menunjukan integritas, sinergisitas, expanding kapasitas untuk Kemuliaan Allah.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan paparan presentasi dari My Home Surabaya yang disampaikan Meliani Rim. Disusul dengan Presentasi dari Agape Care yang disampaikan Lukas Weni dan Kitty Frederik. Kemudian Presentasi dari Golden Harvest Movement (GHM) yang disampaikan oleh Ning Toding dan Pdm Lies Veriati. Selepas itu Ps Yofri George membawakan presentasi Perhimpunan Pelayanan Penjara Indonesia, kegerakan yang segera hadir. Dan penyampaian Insight dari Tim Doa yang dibawakan oleh Katerina Vallente.
Kemudian Doa persembahan dibawakan oleh Pdm Amelia Tjahjadi, namun sebelumnya menyampaikan Laporan Keuangan Penyelenggaraan Kegiatan Retreat MHI 2025. Setelah itu penyampaian Agenda My Home Gathering di Tahun 2026 oleh Pdt. Isaac Latief. Diwacanakan penyelenggaraan Gathering akan diselenggarakan 12,13,14 Agustus 2026. Acara ditutup dengan Doa Berkat oleh Pdt.DR. Drs. Timotius Candra, M.A.
Pengurus Tim Nasional My Home yang hadir pada retreat ini diantaranya Pdt. Ferry Kapoyos, Regina Nelwan, Pdt. Elizah Daniel, Pdt Pardamean Pasaribu, Heda Inggriaty, Niko Aldi Putra, Youke Singal, Dina Iren, Risdo Panjaitan, Lusy Suprapto, Suleman Tingai, Goi. Tim Doa My Home Indonesia yang hadir Ryda Haryanti, Maureen Nafie, Widyandari, Bina M Sebayang.
Tim Pengurus Nasional yang hadir Get3033, Agape Care, LDMT, Golden Harvest Movement (GHM) yang hadir diantaranya Pdt Alam Christianto Widjaja Lie, Binuko Edy Nugroho, Ev Yeremia Romelani, Maria Lee, Pdt Kristyadi Winarto, Pdt Robby Tarigan, Pdt Ichsan Palopo, Mieke Supit, Yenny Supit, Wiwid, Delima.
Tim musik diantaranya Fernando Simbolon, Petra Hagios Tampubolon, Glen Loesi, Otniel Israel, Pdp Gunadi Haryono, Olivia Siahaan, Cathlyn Eunike Pranoto.
Penulis & Editor : Mario N
Kegerakan My Home Indonesia lahir dari World Prayer Assembly (WPA) 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan yang berkapasitas 110 ribu seat, serta serentak melibatkan 4 juta orang di 378 Kota yang ada di Indonesia.
My Home Indonesia dalam konteks hari ini sudah banyak menghadirkan Kegerakan Nasional bahkan Internasional, diantaranya Love Dad Mom & Teacher (LDMT), Agape Care, Golden Harvest Movement (GHM), Get 30.33 dan segera dilahirkan lagi oleh My Home Indonesia yaitu Kegerakan Perhimpunan Pelayanan Penjara Indonesia (PPPI) dan Flash Digital.
Love Dad Mom & Teacher (LDMT) merupakan kegerakan menjembatani dan menjadi sarana membangun komunikasi antara anak didik, guru dan orang tua. Dengan terjadinya pemulihan hubungan antara Anak, Guru dan Orang Tua menciptakan generasi selanjutnya yang lebih baik, tangguh, memiliki sikap hati Takut akan Tuhan, serta berguna bagi Bangsa dan Negara.
Agape Care merupakan kegerakan menyalurkan kasih dan berkat Tuhan dalam bentuk bantuan dana kepada hamba-hamba Tuhan garis depan, guru honorer, gereja lokal, maupun masyarakat sekitar gereja di daerah-daerah terpencil.
Golden Harvest Movement (GHM) merupakan kegerakan memberdayakan dan mengajak usia emas 60 tahun keatas untuk bersamangat menghadirkan Kasih Kristus melalui kolaborasi antara generasi dan menjadi pelaku penggenapan Amanat Agung sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali.
Get3033 merupakan singkatan Go Evangelism Transformation sending 30k Missionaries To the Nations by the year 2033 dimana Gerakan ini Melatih anak-anak muda menjadi professional berhati misi dan mandiri di dunia kerja dan mempersiapkan dan mengutus 30.000 misionaris ke bangsa-bangsa sampai Tahun 2033.
Perhimpunan Pelayanan Penjara Indonesia (PPPI) merupakan kegerakan wadah perkumpulan bagi para Yayasan pelayanan keagaamaan yang memberikan pelayanan kerohanian dan membangun rohani yang sehat kepada warga binaan, narapidana, dan warga penjara yang hidup dan menetap di dalam penjara.
Flash Digital merupakan kegerakan yang akan segera lahir, kegerakan ini mengumpulkan Anak Muda Bertalenta di Bidang Teknologi Informasi & Komputer untuk Mengembangkan Pelayanan Digital, Marketing Digital, Keamanan Siber serta digital cyber.